Contoh pesan tagih utang
Pesan tagih yang baik itu pendek dan sopan: menyebut nama, jumlah, tanggal, dan cara bayar. Salin contoh di bawah dan ganti bagian dalam kurung siku dengan data Anda.
Diperbarui:
Apa saja isi pesan tagih utang?
Lima hal sudah cukup: sapaan dengan nama, dari siapa, jumlahnya, tanggalnya, dan cara bayar. Setiap kalimat tambahan membuat pesan makin panjang dan makin jarang dibaca sampai habis.
- Nama: mulai dengan "Halo Bu [Nama]" supaya tidak terasa seperti pesan massal.
- Dari siapa: sebut nama warung. Bisa jadi nomor Anda belum disimpan.
- Jumlah: tulis angka pasti, bukan "sedikit lagi".
- Tanggal: kapan jatuh tempo atau sampai kapan Anda harap dibayar.
- Cara bayar: di warung, transfer, atau QRIS. Taruh nomor rekening atau e-wallet di akhir.
Sesuaikan nada dengan orangnya. Tetangga lama boleh disapa lebih akrab; pelanggan baru atau kantor lebih enak dengan bahasa yang sedikit resmi.
Contoh pesan siap kirim
Isi bagian dalam kurung: [Nama] pelanggan, [Toko] nama usaha Anda, [Jumlah] utangnya, [Tanggal] jatuh tempo, dan [Rekening] nomor rekening atau e-wallet Anda.
Halo Bu [Nama], ini dari [Toko]. Catatan bon Ibu saat ini [Jumlah]. Kapan sempat, bisa dibayar di warung atau transfer ke [Rekening]. Terima kasih banyak, Bu.
Halo Pak [Nama], sekadar mengingatkan, utang [Jumlah] jatuh tempo tanggal [Tanggal]. Bisa bayar di warung atau ke [Rekening]. Terima kasih, [Toko].
Halo Bu [Nama], utang [Jumlah] yang jatuh tempo tanggal [Tanggal] masih tercatat. Mungkin terlewat ya, Bu. Minggu ini bisa mampir atau transfer ke [Rekening]? Kalau sedang ada keperluan, kabari saja, nanti kita atur. [Toko]
Halo Pak [Nama], cicilan [Jumlah] jatuh tempo tanggal [Tanggal]. Sisa cicilan: [Sisa kali]. Bisa bayar di toko atau ke [Rekening]. Terima kasih, [Toko].
Halo Bu [Nama], terima kasih untuk pembayaran [Dibayar] hari ini. Sisa utang Ibu [Jumlah]. Kalau bisa dilunasi sebelum [Tanggal], kami senang sekali. Salam, [Toko].
Halo Pak [Nama], kami sudah beberapa kali mengingatkan soal utang [Jumlah]. Mohon dilunasi paling lambat [Tanggal]; sampai saat itu kami belum bisa menambah bon baru. Kalau sekaligus berat, kita bisa sepakati dicicil. Mohon kabarnya. [Toko]
Halo Pak [Nama], hari ini saya sudah transfer [Jumlah] ke rekening Bapak. Menurut catatan saya, sisa utang saya [Sisa]. Kalau cocok dengan catatan Bapak, mohon dikonfirmasi. Terima kasih, [Toko].
Halo Bu [Nama], selamat menyambut Lebaran, mohon maaf lahir dan batin. Kami sedang merapikan buku sebelum libur, dan catatan Ibu [Jumlah]. Kalau bisa, mohon dibayar sebelum warung tutup libur, di warung atau ke [Rekening]. Terima kasih, [Toko].
Halo Pak [Nama], total bon bulan ini [Jumlah]. Sesuai obrolan kita, dibayar pas gajian saja ya, Pak. Rekening: [Rekening]. Terima kasih, [Toko].
Untuk pesan yang langsung terisi data Anda, pembuat pesan tagih utang menuliskannya dari nama, jumlah, dan nada yang Anda pilih. Supaya pelanggan tidak salah ketik nominal, buat QRIS dengan nominal dari stiker QRIS Anda.
Kapan dan seberapa sering menagih?
Waktu terbaik adalah sehari-dua sebelum jatuh tempo dan tak lama setelah lewat, selalu di siang hari. Daripada berkali-kali mengirim pesan, buat jadwal tetap dan jalani.
| Keadaan | Kapan | Seberapa sering |
|---|---|---|
| Mau jatuh tempo | Sehari-dua sebelum jatuh tempo | Sekali |
| Lewat jatuh tempo | Beberapa hari setelah jatuh tempo | Paling sering seminggu sekali |
| Sudah lama | Awal bulan atau hari gajian | Sebulan sekali |
| Pemberitahuan terakhir | Kalau pesan sebelumnya tidak dibalas | Sekali, dengan tanggal yang jelas |
- Kirim di jam kerja; hindari subuh, tengah malam, dan waktu salat Jumat.
- Tunda saat ada hajatan, musibah, atau orang sedang berduka.
- Begitu pembayaran masuk, langsung ucapkan terima kasih; itu sama ampuhnya dengan pengingat.
Nada seperti apa yang paling berhasil?
Tenang, pendek, dan hormat: sampaikan faktanya tanpa menyalahkan. Kebanyakan telat bayar karena lupa atau bulan sedang seret, bukan karena niat buruk.
- Pakai kalimat yang menjaga muka, seperti "mungkin terlewat".
- Tawarkan jalan keluar: dicicil, tanggal lain, nomor rekening.
- Setiap pesan boleh sedikit lebih jelas, tapi jangan lebih kasar.
- Lebih baik tulisan daripada pesan suara; tulisan bisa jadi catatan.
Apa yang tidak boleh ditulis?
Jangan mengancam, jangan menghina, dan jangan mempermalukan pelanggan di depan orang lain. Itu membuat Anda kehilangan pelanggan dan bisa menyeret Anda ke masalah hukum.
- Jangan mengancam: tidak ada "nanti saya sebar" atau "saya datangi rumahnya".
- Jangan mempermalukan: jangan pasang utang orang di grup WhatsApp, media sosial, atau papan di warung.
- Jangan cerita ke orang lain: utang seseorang adalah urusan pribadinya; jangan bahas dengan tetangga, saudara, atau atasannya.
- Jangan kirim malam-malam: pesan utang di malam hari terasa mengganggu dan tidak sopan.
- Jangan membanjiri: beberapa pesan sehari atau telepon berulang terasa seperti tekanan.
Bagaimana menagih dari Baki Fast?
Buka akun pelanggan dan ketuk Ingatkan: pesan dengan nama dan saldonya siap dikirim lewat WhatsApp atau SMS, dan bisa Anda ubah dulu. Setelah setiap utang atau pembayaran, Anda juga bisa mengirim pesan singkat.
Dengan Pro Anda menulis pesan pengingat sendiri sekali saja, mendapat notifikasi jatuh tempo, dan mengirim pengingat utang yang telat satu per satu dari antrean. Lihat pengingat utang lewat WhatsApp.
Pertanyaan
Berapa kali sebaiknya saya menagih?
Sekali sebelum jatuh tempo, lalu paling sering seminggu sekali sesudahnya. Kalau tetap tidak dibalas, kirim satu pemberitahuan terakhir dengan tanggal yang jelas, lalu bicara lewat telepon atau langsung.
Amankah menulis nomor rekening di pesan?
Nomor rekening atau e-wallet dipakai untuk menerima uang dan tidak bisa dipakai sendirian untuk mengambil uang. Tetap kirim hanya ke pelanggan Anda sendiri dan pastikan nama pemilik rekeningnya benar.
Bagaimana kalau pelanggan tidak membalas?
Tunggu satu-dua minggu, kirim rekap, lalu telepon. Kalau tetap tidak berhasil, baca aturan jual dengan kasbon dan tanyakan langkah resmi ke pengacara.
Boleh menagih di grup WhatsApp?
Jangan: utang selalu lewat pesan pribadi. Menagih di grup mempermalukan pelanggan dan melanggar privasinya.