Buku bon untuk warung makan
Di warung makan, bon datang dari pekerja proyek, karyawan pabrik, dan ojol yang makan setiap hari lalu bayar pas gajian. Dengan Baki Fast setiap langganan punya akunnya, sekali makan tercatat dalam beberapa detik, dan menjelang gajian Anda tahu siapa yang perlu diingatkan.
Diperbarui:
Siapa yang makan dulu bayar belakangan?
Warteg dekat proyek atau kawasan pabrik punya langganan tetap: tukang yang makan siang dan ngopi setiap hari, karyawan yang gajiannya tanggal 25, atau pengemudi ojol yang mampir di sela orderan. Sekali makan Rp15.000 sampai Rp25.000, tapi sebulan bisa jadi lebih dari setengah juta per orang.
Ada juga pesanan kantor atau acara: nasi kotak untuk rapat atau pengajian yang dibayar setelah acara, kadang menunggu dana cair. Yang satu ini nominalnya besar dan butuh rincian.
Apa yang sering salah?
- Ditulis belakangan: saat jam makan siang ramai, bon dicatat di kertas kecil lalu hilang.
- Nama panggilan: di buku tertulis "Mas Joko proyek", padahal ada dua Joko.
- Pekerja pindah proyek: proyeknya selesai, pekerjanya pindah, bonnya tertinggal.
- Pesanan acara tanpa rincian: saat ditagih, panitia bertanya berapa kotak dan lauk apa.
Menyiapkan buku warung makan di Baki Fast
- Tambahkan setiap langganan sebagai pelanggan dengan nomor HP-nya. Beri nama yang jelas: "Joko (proyek ruko)", "Rina (pabrik garmen)".
- Setiap makan, ketuk nama lalu Utang dan ketik jumlahnya. Kalau ia ikut membayarkan makan temannya, tulis "15000+18000+12000" di tombol kalkulator.
- Pasang Jatuh tempo di tanggal gajian pelanggan; menjelang tanggal itu, akunnya muncul di daftar yang akan jatuh tempo.
- Untuk pesanan nasi kotak, pakai baris Barang: "50 × nasi kotak ayam bakar". Kirim rekap PDF ke panitia setelah acara.
- Isi Batas utang untuk langganan baru, misalnya Rp300.000, supaya bon pekerja yang belum lama dikenal tidak membengkak.
Pesan pengingat di hari gajian
Halo Mas Joko, ini dari Warteg Bu Tini. Bon makan Mas sampai hari ini Rp465.000. Hari ini gajian kan, Mas? Bisa bayar pas makan siang atau transfer. Terima kasih, Mas.
Kalau Anda memasang QRIS di Profil usaha, pengingat WhatsApp bisa menyertakan kode QR dengan nominal bonnya, jadi pekerja yang sedang di lokasi proyek tinggal memindai.
Saat proyek di dekat warung hampir selesai, tagih lebih awal. Pekerja yang pindah lokasi jarang kembali untuk melunasi bon kecil. Seminggu sebelum selesai, kirim rekap ke mandornya kalau bonnya ditanggung bersama.
Pertanyaan
Bisa mencatat bon tanpa internet?
Bisa. Baki Fast jalan offline; internet hanya perlu untuk mengirim WhatsApp atau mencadangkan buku ke cloud.
Bagaimana kalau satu mandor membayar untuk beberapa pekerja?
Buat satu akun untuk mandornya dan catat makan setiap pekerja di sana, dengan nama pekerja di catatan. Rekapnya menunjukkan siapa makan apa dan kapan.
Bisa menghitung uang laci di akhir hari?
Bisa. Buku kas mencatat penjualan tunai dan pembayaran bon, dan ringkasan harian menunjukkan isi laci seharusnya berapa.